Saturday, May 31, 2008

Berhitung Zakat

Semua muslim pasti mengenal zakat. Perintah zakat telah jelas dalam firman Allah SWT,
"Ambillah olehmu zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (At-Taubah [9]: 103)

Dan diantara zakat yang rutin harus ditunaikan, ada zakat yang seringkali terlalaikan, yaitu zakat mal dan profesi.

Zakat mal adalah zakat harta kekayaan. Persyaratan harta yang wajib dizakatkan itu ada lima:
1. Al-milk at-tam. Harta itu dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah, yang didapat dari usaha, bekerja, warisan, atau pemberian yang sah, dimungkinkan untuk dipergunakan, diambil manfaatnya, atau disimpan. Harta yang bersifat haram tidaklah sah dan tak akan diterima zakatnya.

2. An-namaa. Harta yang berkembang jika diusahakan atau memiliki potensi untuk berkembang, misalnya harta perdagangan, peternakan, pertanian, deposito mudharabah, usaha bersama, obligasi, dlsb.

3. Telah mencapai nisab. Harta itu telah mencapai ukuran tertentu. Misalnya untuk hasil pertanian telah mencapai jumlah 653kg, emas / perak telah senilai 85gr emas, peternakan sapi telah mencapai 30 ekor, dsb.

4. Telah melebihi kebutuhan pokok. Yaitu kebutuhan minimal yang diperlukan seseorang dan keluarganya yang menjadi tanggungannya untuk kelangsungan hidupnya.

5. Telah mencapai satu tahun (haul) khusus untuk harta-harta tertentu, misalnya perdagangan. Tetapi untuk harta jenis lain, misalnya pertanian, zakatnya dikeluarkan pada saat harta tersebut didapatkan.

Ada sementara ulama yang hanya membatasi wajib zakat itu pada delapan benda saja, yaitu unta, sapi, kambing, gandum, sorgum, kurma, emas, dan perak. Pendapat ini adalah didasarkan pada kenyataan bahwa hadits-hadits yang ada hanya secara eksplisit mengatur ke delapan benda ini.

Namun pendapat umumnya ulama saat ini adalah bahwa semua harta baik yang tersurat maupun yang tidak, selama memenuhi syarat-syarat wajib zakat, maka wajib dizakati. Alasannya, sesungguhnya keumuman dalil dari Al-Quran dan Hadits menetapkan pada setiap harta yang berkembang terdapat hak bagi orang lain. Sebagaimana firman Allah SWT:
"Dan dalam harta mereka terdapat hak bagi orang miskin yang meminta-minta dan orang miskin yang tidak meminta-minta" (QS Adz-Dzariyat [51]:19).

Oleh karena itu, semua harta benda, apa pun bentuk dan jenisnya, apabila telah memenuhi syarat-syarat wajib zakat, maka wajib dizakati. Termasuk juga zakat perniagaan, Bila telah dimiliki secara penuh selama setahun dan nilai dagangan telah mencapai seharga 85 gram emas, maka wajib dikeluarkan zakatnya 2.5%. Sabda Rasulullah s.a.w.:
"Kain-kain yang disediakan untuk dijual, wajib dikeluarkan zakatnya." (HR.Al Hakim)
"Rasulullah memerintahkan kepada kami mengeluarkan zakat barang yang disediakan untuk dijual." (HR.Daruquthni dan Abu Daud)

Sedangkan zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada tiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun yang dilakukan bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) yang memenuhi nisab. Contohnya adalah profesi dokter, konsultan, advokat, dosen, seniman, dll.

Kewajiban zakat ini berdasarkan keumuman kandungan makna Al-Qur'an surat Al-Baqarah [2] ayat 267
"Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah olehmu sekalian sebaik-baik hasil usahamu ..." (Al-Baqarah: 267)

Zakat profesi sejalan dengan tujuan disyariatkannya zakat, seperti untuk membersihkan dan mengembangkan harta serta menolong para mustahiq. Zakat profesi juga mencerminkan rasa keadilan yang merupakan ciri utama ajaran Islam, yaitu kewajiban zakat pada semua penghasilan dan pendapatan.

Mengenai nisab, besar, dan waktu pembayarannya, ada dua pendekatan untuk zakat profesi, yaitu;
1. Setelah diperhitungkan selama satu tahun
Nisabnya adalah jika pendapatan satu tahun lebih dari senilai 85gr emas dan zakatnya dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhan pokok.

2. Dikeluarkan langsung saat menerima
pendapat ini dianalogikan pada zakat tanaman. Jika ini yang diikuti, maka besar nisabnya adalah senilai 653 kg beras dan dikeluarkan setiap menerima penghasilan/gaji sebesar 2,5% tanpa terlebih dahulu dipotong kebutuhan pokok (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya).

Berhitung Zakat
Sekarang, mari kita berhitung zakat secara sederhana.
A. Jumlahkan semua harta dalam tabungan, deposito, surat berharga (saham, reksadana etc), perhiasan (emas, perak dll), rumah dan mobil dimana sudah dimiliki selama satu tahun.
B. Jumlahkan semua hutang yang jatuh tempo dan dibayarkan pada tahun tsrebut.
Maka, jumlah zakat mal yang harus di bayarkan dalam 1 tahun tersebut adalah 2.5% x (A - B)

Sedangkan untuk zakat profesi.
M. Jumlahkan semua pendapatan, bonus dan pendapatan lain-lain selama satu tahun.
N. Jumlahkan pengeluaran dalam satu tahun, baik untuk rata-rata rutin tiap bulan, pendidikan, kesehatan dll.
Maka, jumlah zakat profesi dalam 1 tahun tersebut adalah 2.5% x (M - N)

Untuk zakat profesi, waktu ditunaikan zakat akan lebih mudah rutin per bulan atau saat mendapatkan pendapatan tersebut (setelah di kurangi dengan kebutuhan hidup).

Sekalipun besarnya zakat ‘hanya’ 2.5% dari harta bersih kita, bukan berarti bahwa ‘kewajiban’ kita hanya sebesar itu. Minimalis, kita belum menjadi hamba yang lebih.

***
Jika kita berhitung kasar dari 2.5% dari 10% pendapatan domestik bruto kita, maka potensi zakat bisa mencapai 12 Triliun per tahun. Bandingkan dengan program BLT akibat kenaikan BBM sekarang sebesar 14.1 Triliun!

Dengan kesadaran zakat yang tinggi, serta pengelolaan yang baik maka saya optimis bahwa masalah sosial di sekitar kita bisa di tekan serendah-rendahnya. Zakat ini tentang moral, bukan kemampuan. Karena dalam harta kita selalu ada hak orang yang tidak mampu. Jadi, sudahkah kita menunaikan zakat?


Ref zakat: http://portalinfaq.org/

Wednesday, May 21, 2008

antara jakarta

antara magetan
ku berikan segenap jiwaku
menjadi awal sebuah kehidupan

antara jogjakarta
ku semai masa depan
dalam sebuah kesahajaan

antara bandung
ku menapak pundi harap
dari sebuah prasasti kejayaan

antara jakarta
ku merangkai kisah perjuangan
untuk sebuah kemenangan

antara palembang
ku hadapi realita
arti sebuah keikhlasan

dan pada sebuah kota
kan ku labuhkan hatiku
untuk sebuah kesetiaan

Wednesday, May 07, 2008

Belajar Investasi

Apa yang diharapkan dalam sebuah investasi? Return, bagi hasil atau laba. Sebagaimana diketahui bersama bahwa mengandalkan model konvesional mengelola keuangan dalam bentuk tabungan hanya akan mengurangi nilai dari tabungan itu sendiri, karena tidak seimbangnya tingkat bunga (bagi hasil) tabungan dengan inflasi. Oleh karenanya, investasi lah jawabannya.

Namun investasi bukanlah tindakan sporadis alias tergesa-gesa. Investasi adalah tahap selanjutnya dalam pengelolaan kekayaan. Setelah kita berhasil dengan baik dalam mengelola keuangan, barulah kita belajar untuk sedikit demi sedikit untuk mulai berinvestasi.

Secara teori, portoflio investasi kita harus bisa terbagi dalam tiga kategori; investasi jangka panjang, menangah atau pendek. Mengetahui tujuan investai beserta resikonya lalu mengalokasikannya dalam kategori yang tepat adalah lebih dari separuh keberhasilan dalam berinvestasi.

Investasi jangka panjang
Dengan jangka minimal 5 tahun, maka beberapa pilihan investasi yang mungkin adalah rumah, emas, tanah, asuransi, saham atau reksadana.

Untuk reksadana, ada baiknya menjatuhkan pilihan kepada reksadana saham disebabkan nilai masa depan yang akan bertambah. Karena secara terori, perekonomian diharapkan akan semakin baik di masa depan (termasuk kondisi perusahaan yang tercermin dari nilai sahamnya), sehingga reksadana saham pun prospektif untuk tipe jangka panjang. Selain itu, tingkat fluktuatif yang tinggi dari saham (day per day) namun secara kecenderungan akan tetap naik.

Jika memungkinkan dan berani mengambil resiko, jatuhkan opsi pada saham sekalian (bukan hanya via reksadana). Targetnya jelas, minimal 5 tahun. Prakteknya, pilih seksama reksadana (atau saham) yang prospektif, beli dan lupakan investasi yang baru saja dilakukan!

Untuk asuransi, jangan sampai terjebak dengan iming-iming mendapatkan claim yang besar, apalagi jika kita sudah tercover dalam asuransi di kantor. Kuncinya harus cerdas dalam memilih asuransi, tidak termakan bujukan asuransi sehingga terjadi dualisme asuransi berjalan yang mubazir. Sebisa mungkin pisahkan antara urusan asuransi dengan investasi (karena banyak yang menawarkan asuransi sekaligus investasi), supaya fokus sesuai dengan tujuan masing-masing.

Hasil setelah periode, bisa ditujukan untuk pendidikan anak, upgrading rumah, kendaraan, atau memberbesar skala usaha.

Investasi jangka menengah
Dengan jangka antara 1 hingga 5 tahun, maka beberapa pilihan investasi yang mungkin adalah emas, asuransi, atau reksadana.

Untuk reksadana, pilihan bisa jatuh pada reksadana jenis campuran. Dengan tingkat resiko yang lebih kecil dari reksadana saham (pastinya return yang lebih kecil juga), namun tingkat fluktuatif nya tidak sedramatis reksadana saham. Opsi campuran bisa disesuaikan sesuai dengan profil resiko yang ingin di ambil. Misal, untuk yang lebih berat ke high risk high return maka porsi reksadan saham yang dominan. Untuk yang bertipe konservatif, maka opsi pendapatan tetap (obligasi) yang dominan.

Pilihannya jelas, dengan jangka yang menengah maka return yang diharapkan juga jangan terlalu tinggi. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan nilai (manfaat) dari keuangan kita dibandingkan hanya di tabungan. Hasilnya, bisa ditujukan untuk membeli rumah atau kendaraan pertama, rencana pendidikan pasca sarjana atau tambahan modal usaha baru sebelum mengundurkan diri dari perusahaan.

Investasi jangka pendek
Dengan jangka maksimal 1 tahun, maka pilihan investasi yang mungkin adalah deposito atau reksadana.

Apa tujuan hasil investasi model seperti ini? Misal untuk menikah, beli rumah atau kendaraan yang direncanakan tahun depan. Sesuai dengan time bound 1 tahun, maka tujuan investasi ini untuk mendapatkan return setidaknya lebih besar dibandingkan tabungan konvensional. Sehingga sekalipun tergerus inflasi, tidak besar. Atau sebisa mungkin menjaga nilai return di atas sedikit dari prediksi inflasi.

Untuk reksadana, pilihannya jatuh ke reksadana pendapatan tetap. Sesuai dengan namanya, obyek dari reksadana ini adalah surat utang atau obligasi yang berpendapatan tetap dimana kisaran tipis di atas rata-rata inflasi (6% per tahun).

Untuk deposito, pilihannya daripada mandeg di tabungan biasa yang return-nya minimalis. Makanya, kita pun harus jeli menghitung profil deposito. Dan berdasarkan pengalaman, profil deposito di bank syariah secara umum masih lebih tinggi return-nya dibandingkan bank konvesional.

Selain pertimbangan waktu diatas, ada satu pertimbangan lagi yang sebaiknya digunakan dalam berinvestasi, yaitu moral investasi. Maksudnya, tidak tamak (greedy) dalam berinvestasi dan tetap memegang norma. Baik lewat jalur amal kepada yang membutuhkan atau pilihan investasi dengan perangkat syariah. Return tinggi memang tujuan, tapi keberkahan dalam investasi adalah priceless.

Sekali lagi, mengetahui tujuan investai beserta resikonya lalu mengalokasikannya dalam kategori yang tepat adalah lebih dari separuh keberhasilan dalam berinvestasi.

Satu kunci terakhir untuk investasi, berani. Berani mengambil keputusan beserta resikonya. Selamat berinvestasi.

Thursday, April 24, 2008

Taksi di Jakarta

Pengalaman menggunakan beberapa taksi di jakarta membuat kita bisa menjadikannya referensi dalam pemilihan taksi. Inilah beberapa catatan pengalaman mengenai taksi-taksi tersebut.


Blue Bird

Tidak dipungkiri lagi, inilah taksi paling baik yang dimiliki negeri ini. Taksi Bluebird Group (Blue Bird, Silver Bird, Golden Bird) adalah taksi yang paling baik dan terpercaya dalam melayani. Citra positif terpercaya ini menempatkan blue bird menjadi pemimpin dalam jasa taksi. Makanya, jangan ragu untuk menggunakan taksi ini terutama jika kita tidak tahu betul dimana alamat tujuan kita. Karena kecil kemungkinan kita ‘diajak’ muter-muter lalu argo yang tidak wajar.


Seiring dengan baiknya pelayanan, urusan harga pun terseret juga. Blue Bird (BB) adalah taksi yang paling mahal. Dalih menggunakan tarif baru (argo buka Rp 5000, dan Rp 250 per satuan), kita pun harus menyiapkan uang cukup jika berpikir menggunakannya. Tapi untuk argo, bisa dipastikan bahwa argo nya tidak dimainkan sopirnya. Selain itu, BB pun menyediakan voucher (personal atau korporat) untuk mendukung layanan ter yahud nya itu. Call centre, 021-798 1001 / 794 1234


Express

Taksi yang paling dicari oleh orang yang tahu jakarta dan berprinsip, kalau bisa irit taksi kenapa tidak? Alasannya, karena menggunakan mobil taksi yang bagus, jumlahnya lumayan banyak (kedua terbanyak setelah Bluebird) dan pastinya karena tarif lama (argo buka Rp 4000, dan Rp 180 per satuan). Untuk tingkat kepercayaan, tentu masih kalah dibanding BB. Namun dibanding taksi non BB, setidaknya Express (Ex) masih bagus.


Jika anda dari bandara soekarno hatta, sangat lumayan bila menggunakan Taksi Express ini. Tentunya lebih terpercaya dibandingkan taksi lain non-BB disana (hati-hati, banyak yang menggunakan sistem borongan). Jadinya, tempat parkir taksi Ex sering antri penumpang untuk menunggu taksi Ex datang. Cengkareng-pancoran saja (termasuk tol), yang jika menggunakan BB minimal 100 ribu, maka jika menggunakan Ex ‘hanya’ 80 ribu. Call centre, 021-5799 0707


Putra

Taksi ini jumlahnya juga cukup banyak, mungkin ketiga atau keempat (setelah dian group). Taksi ini juga menggunakan tarif lama. Mobilnya tidak sebagus Express, tapi interiornya bersih dan kadang lebih bersih dibandingkan Express. Kaca mobil Express yang transparan (20%) sedangkan Putra lumayan tertutup (60%), sehingga Putra lebih lumayan untuk privasi.


Dan secara personal, saya lebih suka menggunakan Taksi Putra (Put) dibandingkan taksi Express. Buat saya, tampilan mobilnya serasa lebih bersahaja. Namun sayangnya, taksi ini tidak akan kita temukan di parkir arrival bandara soekarno hatta. Jika untuk mengantar saja, pilihannya selalu jatuh ke Put selain BB. Call centre, 021-781 7771


TransCab

Inilah taksi baru yang cukup meramaikan bisnis taksi di jakarta. Layanan yang disajikan tidak monoton seperti taksi lain. Dia menyajikan tv dalam mobil (sekalipun beberapanya sudah tidak bisa lagi), dan bacaan koran. Lumayan membunuh kejenuhan jika macet. Mobilnya sama yang digunakan taksi putra, tapi interior tempat duduk lebih bagus. Yang menjadikan unggul, TransCab (Cab) menggunakan tarif lama. Tentu ini kelebihan yang patut dicoba.


Tapi sayangnya, jangankan ada di arrival bandara, berharap ada banyak di jalanan jakarta pun pupus. Maklum, jumlahnya sampai sekarang masih 60 moda. Sekali-kali, cobalah hubungi call center nya (021-583 55500) untuk mencoba taksi ini. Semoga anda beruntung, bisa dapat taksi dan semua fasilitasnya juga ok. Buat saya, warna mencolok (kuning dan tulisan besar di body mobil) menjadi pilihan kedua setelah Putra.


***

Lalu, taksi apa lagi yang ‘bisa’ digunakan? Tentu ini bergantung dari preferensi dan kebutuhan masing-masing. Jika di pinggir jalan dan tidak terlalu mendesak, maka kita pun bisa lebih pilih-pilih taksi yang lewat. Secara biaya, kita cenderung menggunakan taksi tarif lama dibanding tarif baru. Maka pilihan saya, Putra atau Express (TransCab sangat minim). Jika lewat call centre, saya cenderung pilih Putra atau TransCab, baru Express.


Jika di jalan sulit mendapatkan ketiganya, maka saya cenderung memilih Dian Taksi atau Celebrity. Walaupun pernah ketika di bandara, saya ditawari sistem borongan dan langsung mentah-mentah menolaknya. Pilihan lainnya jika benar-benar tidak menemukan taksi-taksi tersebut, maka saya pun naik taksi tarif lama yang ada (Sri Medali, Koperasi Taksi dll). Pastinya terlebih dulu ditanyakan tahu arah tujuan alamat kita. Jangan sampai sudah naik, argo jalan tapi kita tak ujung mencapai tujuan.


Bagaimana jika mendesak? Maka BlueBird lah yang menjadi pilihan. Setiap detik bisa ditemukan di jalan. Dan kepercayaan yang pasti (bisa dipastikan). Buat manula, ibu hamil, keluarga besar yang tidak mau repot, atau yang tidak tahu jakarta tentu BB jadi pilihan terbaik. Kalau sudah begini, urusan tarif baru tak jadi soal.


Mengenai tarif, secara umum patokan antara tarif lama dan baru itu setidaknya selisih sekitar 25%. Dan jika tarif lama kurangnya jauh dari itu, anda pun patut curiga terhadap argonya. Taksi tarif baru non-BB seperti Gamya, Taxiku, Primajasa bisa menjadi pilihan juga. Tapi buat saya untuk taksi tarif baru, kalau ada BlueBird, kenapa yang lain?


Selamat memilih taksi.

Monday, April 21, 2008

Perempuan dalam cinta

Mengerikan, mengerikan benar perempuan itu
Mereka tak pernah bisa percaya,
Mereka tak biasa jujur,
Sekalipun pada diri sendiri

...
-
puisi ‘panas’ yang sudah di klarifikasi-

***
Bagi laki-laki, cinta hampir selalu identik dengan perempuan. Karena dunia yang didominasi cara pandang laki-laki, maka berbicara cinta dari paradigma perempuan pun jarang ada. Hal itu yang kemudian memunculkan pertanyaan, bagaimana perempuan memandang cinta?

Dalam khasanah indonesia, kedudukan cinta perempuan sebagian besar tidaklah istimewa. Kecuali di daerah-daerah tertentu, perempuan selalu menjadi ‘obyek’. Yang dipilih, yang dipinang, yang dilamar, yang diperebutkan atau yang tidak bisa menolak untuk dijodohkan.

Kartini, sosok emansipasi pun tidak lepas dari perlakuan umum terhadap perempuan. Dinikahi oleh Bupati Rembang sebagai istri kesekian, adalah bentuk dari pasrah kartini sekaligus sosok perempuan umumnya kala itu. Kartini lebih beruntung, karena untuk yang berasal dari keluarga bukan ningrat maka perempuan pun hanya ‘dinikahi’ bangsawan untuk melahirkan anak lalu dikembalikan kepada orang tuanya.

Seiring dengan perkembangan zaman, gaya feodal terhadap perempuan pun jauh berkurang. Perempuan mengenyam pendidikan sama halnya laki-laki.
Dunia perempuan makin diakui, sebagai partner dari laki-laki bukan pelengkap saja. Intinya dalam kehidupan sekarang, kesempatan pada umumnya sama antara laki-laki dan perempuan. Tentu saja tidak melupakan peran masing-masing dalam kehidupan domestik keluarga. Walaupun dalam kaitan dengan keluarga, banyak perempuan yang akhirnya berada di ‘persimpangan’, memilih antara keluarga atau aktivitasnya.

Jika ‘kesetaraan’ perempuan sudah berada dalam porsi yang cukup ideal dengan kebebasan untuk memilih, lalu bagaimana dengan cinta? Apakah benar bahwa perempuan merdeka dalam menentukan cinta nya?

Pertanyaan diatas dilandasi atas dasar sederhana bahwa selama ini muncul kesan bahwa perempuan cenderung tertutup, diam-diam, tidak berani mengungkapkan (baik lisan atau tindakan) perasaan cinta atau simpatiknya terhadap seseorang. Berbeda dengan laki-laki, yang cenderung lebih ‘ofensif’ dalam mengungkapan perasaannya. Mungkin juga karena secara fitrah nya, hati peremuan sensitif nan lembut sehingga cenderung hat-hati (defensif).

Sikap memandam rasa itu wajar karena lebih menyakitkan bagi perempuan ketika cintanya ditolak daripada laki-laki. Bagi laki-laki, cinta ditolak ibarat tamparan yang berujung pada pembuktian bahwa dirinya bisa mendapatkan yang lain. Sedangkan perempuan, konon tidak sesimpel itu. Sakit hati karena ditolak. Merasa sudah jauh melangkah memberanikan diri, dan ditolak. Malu serasa mengguyur tubuh. Seolah tidak bisa mundur. Dan parahnya, hancur.

Dan terdapat kesan bahwa perempuan yang baik, adalah yang mempersiapkan diri untuk menyambut pangeran datang. Bersiap sebaik-baiknya untuk menunggu hingga waktu tiba. Usaha yang dilakukan adalah mempersiapkan diri, dan berdoa. Dan jika nantinya sudah di ‘ambang waktu’, maka tibalah saat ujian kesabaran.

Tapi
semuanya tak bisa di generalisasi, toh apa yang dipertontonkan dalam kisah kehidupan tentang perasaan perempuan tidak serta menjadi dalih bahwa begitulah perempuan apa adanya. Kondisi tersebut memang umumnya yang terjadi sekarang, namun bukan berati hal tersebut menjadi kondisi yang seharusnya.

Sejenak ketika melihat sosok
Khadijah, Ibu dari semua muslim, bahwa apa yang dilakukan Kahdijah saat menikah dengan Muhammad adalah mengajukan lamaran alias mengungkapkan perasaannya. Namun bukan berarti Khadijah tanpa perhitungan, karena memalui sosok pamannya, Khadijah sudah mendapatkan keterangan bahwa Muhammad dalam kondisi bisa di ajak menikah. Dalam hal ini, Khadijah tetap menjaga kehormatan seorang perempuan.

Jadi mendalihkan apa yang terjadi pada cinta perempuan sekarang pada agama (Islam) bukanlah alasan yang berdasar. Satu-satunya alasan yang mungkin sekarang adalah dari sosok perempuan itu sendiri.

Suatu hari saya pernah bediskusi dengan teman tentang posisi perempuan dalam memperjuangkan cinta. Seperti yang lumrah kita ketahui, banyak terjadi laki-laki yang ‘berjuang’ (baca: ofensif) dalam mencari cintanya. Lalu perempuan, bagaimana bentuk perjuangan cintanya?

Teman saya waktu itu menjawab bahwa bentuk perjuangan cinta perempuan adalah pergolakan batinnya untuk menerima sosok laki-laki tersebut, dan membawanya ke pihak keluarga. Namun saya mengelak, bukanlah laki-laki pun secara substansi juga berdamai dengan perasaan lalu juga keluarganya? Baiklah, memang pertimbangan perasaan yang digunakan laki-laki tidaklah sedominan seperti perempuan. Karena laki-laki sebagian besar melihat dari apa yang tercitrakan.

Kembali lagi tentang perjuangan cinta perempuan, apakah demikianlah adanya dimana perempuan harus menjaga hati, menutup perasaannya dalam-dalam dan ketika sosok laki-laki itu datang maka barulah perjuangan cinta perempuan dimulai.

Kenapa tidak perempuan juga memperjuangkan cinta nya itu. Pastinya, dengan tetap menjaga kehormatan seperti yang diteladankan Khadijah. Jika selama ini misalnya, perempuan cenderung bisa berharap terhadap seseorang namun tak kunjung datang seseorang tersebut, tidak kah lebih baik jika melalui perantara mencari kemungkinan memulai hubungan dengan yang bersangkutan lebih serius? Ringkas, tidak ribet dan tidak lama berharap cemas. Daripada hanya berharap, dan berharap. Lalu pada akhir kesedihan, melihat dia memilih yang lain.

Jadi tetap kembali ke perempuan sendiri, bagaimana mereka mendefinisikan perjuangan cinta nya. Perempuan lah yang memilih, dan memang harus memilih. Jangan sampai awalnya berharap romantis, lama kelamaan dramatis, lalu akhirnya menjadi ironis.

Sudahlah, saya tidak bisa merasakan bagaimana perempuan dalam mencinta. Tapi saya percaya bahwa perempuan yang jujur dan menjaga kehormatan selalu bernilai lebih. Itu saja.

Selamat memaknai Hari Kartini..