Saturday, May 23, 2026

Melihat Laporan Keuangan Berkshire 2025

Setelah melihat Laporan Keuangan (LK) Berkshire Hathaway Inc. (BRK) tahun 2020 lalu, menarik juga untuk membandingkan bagaimana LK Berkshire untuk tahun 2025 kemarin.

Tahun 2025 adalah tahapan yang cukup special karena pertama kali nya Warren Buffet (WB) tidak lagi menjadi CEO digantikan Gregory E. Abel (Greg Abel), meskipun WB masih sebagai Chairman dan terlibat dalam beberapa keputusan strategis BRK. Sehingga Abel untuk pertama kali nya menuliskan BRK CEO letter yang legendaris di LK BRK 2025 tersebut.

Sebagai perbandingan dari LK 2020, mari kita lihat dari posisi Aset (Assets), Pendapatan (Revenues) dan Return tahunan nilai saham BRK.

1. Posisi Aset (Assets)

Dari summary asset di akhir 2025, nilai saham yang dipegang BRK (marketable securities/perusahaan terbuka atau tbk) sebesar USD 297 bn, yang dihitung sesuai harga market 31 Desember 2025. Dengan total asset BRK sebesar USD 1222 bn, maka sekitar 55% komposisi asset dalam bentuk equity securities dan cash & equivalents termasuk T-bills sektar USD 321 bn atau 30% dari total asset. Total asset BRK sendiri naik sekitar 40% dari USD 873.7 bn di tahun 2020, atau CAGR 7% per tahun. 

Sebagai perbandingan dari 2020, berikut beberapa 2 poin menarik dari aset tahun 2025:

a. Kalau hanya membandingkan total liquid asset yaitu equity securities (saham perusahaan tbk) dan cash equivalents saja maka komposisi nya menjadi 44% vs 56% di tahun 2025, lumayan jauh  dibandingkan posisi 65% vs 35% di tahun 2020.

Meskipun komposisi tahun 2025 tersebut masih masuk dalam range komposisi Portfolio Saham dan Kas yang disarankan Benjamin Graham antara 25-75% (Ref: The Intelligent Investors, dimana Graham sendiri adalah panutan dan mentor WB), namun jelas posisi kas 2025 meningkat signifikan dibandingkan 2020.

WB sendiri dalam sebuah kesempatan pernah bicara bahwa semakin sulit akhir-akhir ini untuk mencari perusahaan luar biasa dengan harga wajar. Hal ini juga menunjukan aspek prudent sekelas big company BRK dalam melihat market hari ini yang cenderung over-valued dan lebih siap dengan kas besas jika sewaktu-waktu terjadi market crash di saham.

b. BRK mengurangi kepemilikan saham di US secara agregat dan memegang porsi kepemilikan yang cukup besar di beberapa perusahaan besar di Jepang, yaitu Mitsubishi, Itochu dan Mitsui, hal yang di 2020 tidak disebutkan perihal kepemilikan di perusahaan Jepang tersebut.

Selain itu, terlihat rebalancing kepemilikan saham di US, misalnya kepemilikan AAPL turun dari 5.4% di 2020 menjadi 1.6% di 2025, atau kenaikan kepemilikan di American Express Company dari 18.8% di 2020 menjadi 22.1% di 2025. Dan bahkan beberapa saham tidak disebut lagi di summary misalnya Bank of America dan General Motors (mungkin tidak signifikan nilainya dibanding 2020).

2. Pendapatan (Revenues)

Pendapatan BRK 2025 sebesar USD 371 bn naik dari USD 245 bn tahun 2020, atau CAGR 8.6% per tahun (lebih besar dari CAGR asset 7%). Dan dari komposisi pendapatan BRK 2025 tersebut, mayoritas berasal dari anak usaha operasional (operating companies) USD 348 dibandingkan USD 237 bn di 2020.

Lalu, pendapatan dari dividen saham termasuk coupon T-bills sebesar USD 23.3 bn dengan total yield rata2 gabungan dengan sebesar 3.8% dari 23.3 / (297 equities + 321 T-bills), jauh lebih besar dibandingkan total yield tahun 2020 sebesar USD 8 bn atau 2.2% dari nilai saham nya USD 281 bn dan T-Bills USD 90 bn.

 Dari profil pendapatan BRK 2025 tersebut:

a. CAGR pendapatan lebih besar 8.6% dibandingkan CAGR asset 7% selama 2020 ke 2025 menunjukan hasil dari eksekusi strategi akuisisi asset yang berhasil. Tambahan aset mampu memberikan dorongan yang lebih besar untuk meningkatnya pendapatan Perusahaan keseluruhan.

 b. Dividend Yield (DY) naik signifikan artinya BRK lebih cenderung memegang saham dengan DY relatif lebih tinggi dibanding 2020. Dengan kenaikan nilai saham keseluruhan selama 5 tahun hanya sekitar 5.7% atau USD 16 bn dari USD 281 bn (2020) ke USD 297 bn (2025), serta melihat di tahun 2025 sendiri yang terdapat gain USD 39 bn, BRK jelas mengalihkan sebagian asset dari saham ke posisi kas BRK yang dominan di 2025. Kembali ke premis melihat kondisi market yang over-valued (terutama mungkin di US) sehingga saham dividen lebih aman secara valuasi disertai strategi BRK untuk bersiap terjadi nya koreksi pasar.

c. Estimasi capital gain tahunan dari nilai investasi tahun 2025 sebesar USD 39 bn atau sebesar 15% secara tahunan (nilai akhir equities USD 297 bn, dari nilai awal tahun USD 258 bn). Gain ini lebih kecil dibandingkan tahun 2020 sebesar USD 40 bn atau 18% pada 2020 yang saat itu banyak dipengaruhi koreksi dari Covid-19. 

Gain 2025 tersebut tentu dihitung dari biaya yang dikeluarkan BRK untuk membeli saham tbk dan harga saham tersebut per 31 Desember 2025. Artinya pendapatan gain untuk 2025 adalah khusus perubahan harga saham selama 2025, diluar tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun terjadi penurunan dibandingkan 2020, hasil 15% capital gain dalam setahun tentu saja masih sangat impresif. Dengan dana yang di investasikan sebesar itu tentu lebih sulit mendapatkan return tahunan 15% tersebut (relatif lebih mudah mencetak return 20% dari 1 Juta dibandingkan dari 1 Triliun karena konsekuensi resiko yang lebih besar). Plus DY maka secara total kinerja investasi tahun 2025 di pasar sekitar 16.5%. 

 3. Return tahunan nilai saham 

Ini hal yang juga menarik untuk melihat kinerja saham BRK secara jangka panjang dibandingkan dengan kinerja saham dalam S&P 500 (500 saham yang dimasukan dalam kelompok oleh Standard & Poors). Histori dimulai di 1965 hingga 2025, menghasilkan total kenaikan saham BRK sebesar 6.1 juta %, sedangkan S&P 500 sebesar 46.1 ribu %.

Jika dihitung menggunakan CAGR (compounded annual growth of return) atau bunga majemuk (dalam istilah sederhana bunga ber-bunga), capaian CAGR saham BRK sebebar 19.7% per tahun vs S&P 500 sebesar 10.5% per tahun. Bisa juga diartikan kenaikan harga saham BRK rata-rata 19.7% per tahun, hampir 2 kali dari kenaikan harga saham dalam kelompok S&P 500. Meskipun dalam tahun-tahun tertentu, saham BRK tidak selalu 'mengalahkan' S&P 500, namun secara jangka panjang mampu berkinerja diatas market.

Dan jika dibandingkan 2020, CAGR BRK 20% vs S&P 500 sebesar 10.2%, artinya periode 2020 sampai 2025 terjadi penurunan kinerja saham BRK dibandingkan kinerja S&P 500. Meskipun terjadi penurunan kinerja saham BRK periode 2020 ke 2025 (dan masih positif uptrend bukan downtrend), secara perusahaan BRK tetaplah salah 1 wonderful company.

Kinerja tersebut merupakan kombinasi antara capaian operating companies dan market value (dan dividen) dari investasi securities yang dilakukan di pasar dengan baik, termasuk disiplin menjaga komposisi aset likuid untuk selalu bersiap dengan kondisi market yang bisa berubah cepat. Let's get ready!

Financial Summary 2020 vs 2025

BRK 2020

Assets $872bn 

a. Stock investment: 281bn - 32% (65%)

b. Cash equivalents: 150bn - 17% (35%)

c. Others & Operating company: 441-51%


Revenue $285bn

a. Operating Company: 237bn 

b. Dividend & Coupon: 8bn - Yield 2.2% of 281bn + 90bn value

c. Capital gain FY2020: 40bn - 18.1% from 241bn (281-40bn)


BRK 2025

Assets $1222bn 

a. Stock investment: 298bn - 25% Assets (44% liquid Assets)

b. Cash equivalents: 372bn - 30% Assets (56% liquid Assets)

c. Others & Operating company: 552 - 45% Assets


Revenue $371bn

a. Operating Company: 348 bn 

b. Dividend & Coupon: 23.3bn - Yield 3.8% of 298bn + 321bn value

c. Capital gain FY2025: 39bn - 15% from 258bn (297-39bn)