Monday, March 05, 2007

Pesta Makanan di Bandung

Sabtu lalu, Bandung punya hajat. Festival Jajanan Bango, diadakan di lapangan Gasibu Bandung. Perhelatan ini konon pertama kali-nya diadakan oleh Kecap Bango sebelum acara sama di kota-kota lain nantinya. Saya sendiri, datang sekitar pukul 2 siang. Cuaca agak mendung, dan justru membuat tidak panas namun khawatir juga jika akhirnya hujan.

Banyak stan-stan makanan yang turut serta. Ada Pepes Ikan Tasik, Cendol Elisabeth, Batagor Riri, Siomay Dan Es Bungsu, Gado2 Tengku Angkasa, Kantin Sakinah, Kupat Tahu Gempol, Martabak Jepang, Martabak Sanfransisko, Lomie Imam Bonjol, Lontong Kari Gg Kebon Karet, Nasi Bakar 15, Nasi Goreng Lodaya. Lalu ada juga Nasi Timbel Istiqomah, Nasi Tugtug Oncom Saparua, Mie Kocok Skm, Rm Manjabal, Sate Hadori, Sate Maranggi, Soto Bandung Ojolali, Sop Kaki Sapi Pak Kumis Banceuy, Warung Kopi Ranca Kendal, Kafe Enjoy, Es Goyobod, Serabi Imut Setiabudi, Warung Bawal Reds Dipo, Nasi Kuning Pasirkoja dan aneka jajanan khas Bandung.

Bukan hanya makanan khas bandung yang turut serta. Ada “perwakilan” dari daerah lainnya. Sebut saja ketoprak ciragil, nasi uduk laksa betawi yang dari Jakarta, lalu Rawon Setan dan Rujak Cingur Sedati dari Surabaya, serta Soto Udang Kesawan dari Medan.

Arena pameran dibuat tertutup pagar, dengan satu pintu masuk di depan Gedung Sate. Stan-stan dibuat melingkar di bagiam dalam pagar. Sedangkan di tengah-tengahnya selain ruang terbuka, ada deretan meja-meja makan dan counter dari produk makan Unilever macam Teh Sariwangi, Walls dan lainnya. Persis di tengah-tengah arena juga terdapat panggung yang menyajikan hiburan dipandu dua orang MC. Mulanya, lagu-lagu sunda yang dibawakan, kemudian lagu-lagu pop pun mengalir ringan.

Setelah berputar, semakin bingung menentukan pilihan sedangkan waktu sudah hampir jam 3 dan belum makan siang, maka jatuhlah pilihan ke Mie Baso Tegalega. Lumayan juga harganya, 8 ribu se-porsi. Rasanya? Hmm, ga segitunya sebenarnya. Tapi bolehlah, karena ini pesta makanan. Jadi mungkin rasa tidak optimal dan lebih mengejar momen-nya.

Kemudian berpikir, minumnya apa ya? Acara yang jarang seperti ini, minum jangan yang biasa saja. Muter-muter lagi, dan menemukan Es Goyobod. Pertama liat, nama yang aneh. Tapi murah, minum disitu Rp 1500 dan kalau dengan cup yang bisa dibawa Rp 2000. Mungkin karena khas dan murah, antrian pun memanjang. Setelah menunggu 20-an menit, akhirnya giliran tiba. Lama ngantri, masa cuma beli 1. Satu gelas diminum langsung dan 1 cup cukup untuk mereda “nafsu”.

Makan sudah, minum pun sudah. Sekarang, waktunya nyobain jajanan. Muter-muter lagi. Wow, es durian yang dari awal datang banyak antrian, masih saja mengekor sekitar 50-an orang. Niat betul orang-orang ini.

Surabi imut, kayanya asyik. Mendekat, koq sebagian besar perempuan yang pesan. Agak mundur lagi, jadi atau tidak. Jadilah, maka berniat untuk memesan. Tengok harga, rata-rata mulai Rp 4000 (ini mah bukan imut!). Lalu, terdengar bisik-bisik ibu di sebelah, ”antrian 205, sekarang baru 150”. Wah.., bisa sampai maghrib kalau kaya gini. Ikhlaskan sajalah!

Tak terasa, sudah jam 4 lewat. Saya belum Ashar juga. Jadi, waktunya untuk keluar arena. Menikmati juga jalan-jalan sendiri seperti ini. Cuek saja, sekalipun banyak yang datang biasanya berdua atau rame-rame. Pun tak ada teman yang menyapa. Oiya, mungkin karena di hari yang sama ITB punya gawe, wisuda lulusan Maret 2007. Akhirnya, buat teman-teman yang lulus, selamat ya...

4 comments:

Eri said...

Lain kali jangan lupa oleh-olehnya dong mas, kapan nih di Bogor diadain?

scttrBrain said...

eh, gitu ya. temen2nya wisuda gak didatangin...ckckckck...

betapa teganya teganya teganya...

btw, sejak kapan judul blog ku 'jelajah'? itu bukan jdul blog yak. ahehaha.

Trian H.A said...

#mas eri: udah nyari batagor kering,susyah-nya minta ampun mas..hehe. *ada yg mau bantu?

#ubrit: ya..bukan gitu brit..,sy cmn mau dtg wisuda satu kali :D
Lho.. itu bkn judul, just like a key word. *kamu kan 'jelajah' :P

jilbab cantik said...

mantabzz... festival bango emang selalu enak2.. :)