Wednesday, March 07, 2007

kalender sejarah

Akhir-akhir ini, saya suka belanja buku di Togamas Bandung di Jalan Supratman. Pertama kenalnya dari Togamas Jogja. Satu pastinya, diskon dibandingkan dengan Gramedia sekalipun koleksi tidak sama lengkap dan ruang yang tidak sangat besar. Diskonnya sendiri sebenarnya masih kalah jika dibandingkan Palasari, kawasan pasar buku di Bandung. Tapi, selisih rata-rata 10% wothed-lah. Karena tidak sumpek dan relatif dekat dari kontrakan. Lagian, majalah didiskon 5%, lumayan.

Akhir pekan lalu, keinginan ke Togamas datang lagi setelah dari Pesta Makanan di Gasibu. Sekalian dekat. Daftarnya kali ini, cerita Perang Bubat punyanya Langit Kresna, sebuah buku komputer dan Gatra (mengejar "Hoakiao dari Jember" Andreas Harsono. Sebelumnya teman sms, naskahnya yang semula untuk Jakarta Post minggu tentang pembunuhan di Papua tak lolos dewan redaksi. Industri media!!). Kalau nafsu sulit dibendung, Bandung Di Gambar (dapat poster lukisan Gedung Sate euy..) mungkin juga masuk tas. 15 menit cukuplah, karena tujuan buku sudah jelas.

Oh, ternyata ada stan khusus buku-buku tentang sejarah. Yang menarik selain diskonya yang besar, setiap pembelian buku dapat hadiah Kalender Sejarah. Penasaran, bolehlah ’mencoba’ satu buku. Artinya harus ada daftar buku yang dirubah, dan itu adalah Bandung Di Gambar (ada yang mau memberi?).

Menarik kalender sejarah ini. Pertama judulnya: Kalender Sejarah, Manusia Dalam Kemelut Sejarah. Bukan lazimnya kalender, hari ’merah’ di kalender ini berkaitan dengan peristiwa manusia. Tentu manusia yang menurut pembuatnya, layak masuk kategori 'manusia dalam kemelut sejarah'. Anda menebak itu hal-hal yang kontroversi? Tentu saja sebagian besar benar.

Inilah beberapa contohnya:
19 Februari 1949, Tan Malaka ditahan dan ditembak mati oleh pasukan Republik di Jatim.
30 April 1945, Adolf Hitler meninggal.
5 Mei 1993, Marsinah diculik dan beberapa hari kemudian mayatnya ditemukan.
21 Juni 1970, Sukarno meninggal dunia dalam tahanan rumah.
7 September 2004, Munir tewas dalam penerbangan Jakarta-Amsterdam.

22 November 1945, JF Kennedy tertembak di Dallas, Texas.

Ada juga peristiwa yang terekam dalam kalender ini, seperti:
15 Januari 1974, bentrokan menyambut PM Jepang, yang berakhir 11 tewas, 300 luka, 775 ditahan dan dikenal Malari.
11 Maret 1966, Surat Perintah Sebelas Maret dikeluarkan Soekarno dibawah tekanan.
18 September 1984, peristiwa tanjung priok.
7 Desember 1975, Tentara Indonesia di bawah Moerdani menyerbu Timor-Timur, dikenal Operasi Seroja.
26 Desember 2004, Tsunami di NAD menewaskan ratusan ribu orang.
1 Januari 2007, pesawat Adam air menghilang dalam penerbangan Surabaya-Manado.

Menarik? Aneh? Tidak adil? Mungkin itu sebagian perasaan yang timbul setelah membaca contoh diatas. Tidak runtut memang, pun tidak semua ‘peristiwa besar sejarah’ ada di kalender tersebut. Yang ‘aneh’ mungkin (atau justru menarik?), Adam Air dan Lapindo pun masuk disana.

Apapun itu, tetap saja kalender itu menarik bagi saya. Dari judul yang memikat, hingga isinya secara umum menarik (sekalipun ada perasaan ganjil juga kenapa ini-itu masuk). Beberapa weekend lalu, sejarah ‘perjuangan wanita’ dihadirkan dalam Biru, Hitam, Merah Kesumba. Dan kali ini, ada jejak sejarah lagi yang lain.

Saya jadi berpikiran, mungkin kita sudah waktunya untuk membuat catatan sejarah pribadi. Kapan kita dilahirkan, masuk sekolah, bisa membaca, mulai marasakan jatuh cinta, lalu patah hati dan kapan lulus kuliah atau peristiwa-peristiwa lainnya yang penting bagi diri kita. Kalau tak kita sendiri, pasti tak ada yang akan mau membuat sampai sedemikian detilnya. Buat apa? Karena manusia selalu dalam kemelut sejarah, terutama sejarahnya sendiri.

6 comments:

Okky Puspa Madasari said...

Jangan coba-coba posting sejarah pribadi kalo hasilnya gak ada separohnya punya AH :P

Amorita Kurnia Dewi said...

Toko buku Togamas alamatnya di mana ya? anaik angkot apa ke sana?

dika amelia ifani said...

owh, jadi trian udah posting duluan toh tentang toga mas, maaph baru baca
pernah baca buku MHMMD (pasti pernah), salah satunya ada peta kehidupan, just fill the blank, dan buat kreativitas di sana sini.

*maka tuliskan sejarah itu sekarang, karena malaikat pun mencatat dengan seksama

aroengbinang said...

kadang terpikir juga untuk membuatnya, namun batal ketika ingat betapa singkatnya sejarah kita di dunia ini...

Iman Brotoseno said...

punya sih catatan sejarah kita,.cuma betapa malunya kalau dibuka

Trian H.A said...

#Okky: posting? blm kepikiran kalee.. hehe

#Mbak Rita: Jl Supratman,naek ledeng-cicaheum,150n m dr Pusda'i.

#dika: nuhun udah komen..

#Mas Bambang: justru karena singkat, mungkin harus meninggalkan 'jejak'.

#Mas Iman: udah punya ya mas..kalo udah jd orang terkenal, bisa jd biografi deh... hehe