Saturday, April 04, 2020

Platform Investasi untuk membangun CAGR

CAGR (Cumulative Annual Growth Rate) 12% secara compounding (berlipat) dalam waktu 10 tahun mampu menghasilkan 100 nilai investasi di tahun ke-0 menjadi lebih dari 300 di tahun ke-10. Investasi dalam real projects dalam bidang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti dalam sektor farming berpotensi besar bisa konsisten menghasilkan ROI (Return on Investment) 12% pa (per tahun). Sehingga, investasi bisa digerakan untuk mendorong produksi pangan secara lokal yang bertujuan besar mencapai kemandirian pangan ke depan.

Dari sisi investor, CAGR setara atau diatas 12% dalam jangka panjang akan memberikan keuntungan ganda, memberikan ROI per tahun yang cenderung konsisten dengan nilai kumulatif yang lebih terjaga dalam jangka panjang. Investasi di real projects di sektor farming juga berkontribusi langsung kepada para petani/peternak dalam pemenuhan pangan lokal.

Secara resiko investasi, usaha farming umumnya mempunyai tingkat resiko menengah tinggi karena terkait dengan makhluk hidup yang bisa terkena penyakit atau kematian. Diantara untuk menurunkan resiko, faktor pengalaman jam terbang petani/peternak menjadi kunci. Modern farming yang menggunakan kombinasi pendekatan praktis (teknologi), manajemen dan keuangan sehingga mampu mengelola resiko secara optimal. Pengalaman track record  usaha dalam menghasilkan arus kas usaha yang kuat (tidak hanya bergantung ke satu sumber arus kas secara periodik) menjadi faktor lain untuk menurunkan resiko usaha farming sehingga bisa menjadi tingkat resiko menengah-bawah.

Dengan berbagai kebutuhan investor diatas, maka sebuah platform investasi bidang farming diperlukan untuk membantu para investors menjalankan misi investasi nya, yaitu dengan beberapa prinsip utama: terpercaya (trusted), pengalaman (experience), sesuai kebutuhan (fit-in), menghasilkan (worthy), dan berdampak (impactful).

Farmigo
Tujuan utama untuk mendapatkan CAGR diatas 12% secara jangka panjang bisa dimonitor dengan adanya platform investasi tersebut. Dana yang ditambahkan secara periodik, hasil investasi dan dana yang diambil dengan menggunakan akun investor bisa dilihat dan dianalisa bagaimana kinerja investasi baik secara ROI ataupun CAGR. Sehingga, sebuah platform investasi bisa menjadi semacam Manajer Investasi (Investment Manager) bagi para investor.

Dengan demikian, teknologi keuangan (financial technology) berperan ganda untuk menjalankan fungsi nya menjadi jembatan antara kebutuhan investor akan keamanan dan hasil investasi nya serta kebutuhan pelaku usaha (petani/peternak) untuk mendapatkan dukungan langsung dari pemberi dana non-bank.

Ke depan, penggunaan platform keuangan juga bisa didorong untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam membantu menjalankan usaha nya secara lebih optimal. Peran penggunaan data operasi dan keuangan pelaku usaha menjadi meningkat sehingga semakin memudahkan analisa untuk pengembangaan usaha yang bisa didukung oleh para investor melalui platform tersebut. Lebih jauh lagi, sebuah platform juga bisa didorong dalam kerangka financial services baik dari sisi investor maupun pelaku usaha.

Berikutnya. dengan semakin banyak platform investasi bidang farming yang menawarkan beberapa fungsi diatas, bagaimana cara praktis memilih platform investasi yang akan digunakan? 

---
Tulisan 1: The power of compounding ROI
Tulisan 2: Mendapatkan CAGR diatas 12% per tahun
Tulisan 3: Memilih Investasi Proyek ROI diatas 12% per tahun
Tulisan 4: Platform Investasi untuk membangun CAGR
Tulisan 5: Pertimbangan memilih Platform Investasi

No comments: