Monday, June 18, 2007

tentang memberi nama

Seorang bayi terlahir ke dunia, kemudian kedua orang tuanya pun 'menghadiahkan' sebuah nama padanya. Nama adalah do'a, sehingga memberikan nama yang baik adalah wajib.

Bagaimanakah nama yang baik itu? Yang memancarkan do'a disana? Disinilah, orang tua mencarikan nama-nama, yang kadang menemukan kesulitan. Meminta bantuan kerabat, teman atau tokoh kadang dilakukan.

Tidak ada pedoman yang pasti tentang memberi nama, intinya memberi nama yang baik (dan do'a tadi). Bagi orang Islam, nama yang baik diidentikan dengan nama-nama Islam (baca: Arab). Apalagi bagi para aktivis pergerakan Islam yang marak dewasa ini. Sehingga bisa kita jumpai hari-hari ini, nama-nama 'Islam' sangat ramai di tengah-tengah kita.

Namun menurut saya, nama yang baik bukan hanya nama dalam bahasa Arab semata. Dan secara substansi, nama baik bisa dihadirkan dalam bahasa indonesia, daerah semisal jawa atau bahasa asing lain yang memberikan arti kebaikan, harapan atau do'a.

Dan karena nama juga identitas, maka pencantuman 'identitas lokal' dalam sebuah nama anak ada bagusnya. Bukan berarti nama yang semua Arab itu kurang baik, namun lagi-lagi secara substansi nama non-Arab pun bukan masalah.

Yang kadangkala pula, nama Arab (atau asing) lebih sulit diucapkan oleh lidah indonesia, seperti nama Muti'ah Najiatuzzahra. Alih-alih memberikan do'a, jangan-jangan karena salah ucap bisa berbeda artinya. Apalagi jika pemberiaan nama ala Arab dilakukan secara serampangan asal terlihat keren, misal: Muhammad Imam Syaithoni (?!?!!).

Menurut saya, justru merupakan 'keindahan' jika nama 'Islam' tersebut digabungkan dengan nama-nama lokal, semisal dalam istilah jawa atau sunda. Semacam kombinasi, antara identitas 'universal' Islam (bahasa Arab) dan identitas lokal. Dalam istilah yang lebih rumit, membuat tidak tercerabutnya lokalitas dalam sebuah nama. Contoh yang menarik, dari nama Nadya Paramitha-Nadya dalam arab artinya penyeru, sedangkan Paramitha dalam khasanah jawa artinya anggun), buah hati kedua antara mbak Helvy Tiana dan mas Tomi.

Hal ini pula yang sering saya sampaikan, jika bertemu seorang kakak, atau kenalan yang sang istri baru melahirkan dan sedang dalam pemberian nama bagi anaknya, atau yang sedang hamil tua. Selama ini dari beberapa orang rata, dan ada yang pada akhirnya tetap memberikan edisi full-Arab-version. Bukan jadi soal (apalagi saya 'orang luar' yang memberi pesan), karena sekali lagi, sebstansi nama adalah do'a dan harapan.

**
Lalu, jika kemudian kita diberikan kesempatan untuk mengusulkan nama, seperti tengah bulan lalu saya mencoba bernostalgia dengan masakan Mas Muslimin. Istrinya yang dinikahi beberapa bulan lalu, sedang mengandung bulan ke-5. Dan sekalipun sering meminta kakak atau teman untuk memberikan nama anaknya dengan kombinasi universal-lokalitas diatas, memberi usulan sebuah nama, tentu bukan perkara gampang. Pun Mas Muslimin juga setuju dengan usul adanya kombinasi tersebut.

Waktunya kurang lebih 2 bulan lagi. Dimana setelah nyari-nyari di internet, belum ada source nama-nama terutama bagian identitas lokal. Apa harus membuka Primbon kembali? Kalau sudah seperti ini-meminjam ucapan seorang guru, ane kan jadi bingung!.

Jadi kalau teman-teman ada usulan, silahkan dituliskan. Bener, mohon sharing-nya. Untuk nama laki-laki dan perempuan, sekaligus artinya kalau bisa. Terima kasih banyak.

Note: postingan ini akan 'relatif lama', dan update sesuai usulan nama yang masuk.

- Syaifullah Muhammad Abdi // Ghina Sukma Paramitha (terima kasih Mr Fajarsyah)
- // Halwa Lutfiah (terima kasih Pyuriko)

12 comments:

Mr Fajarsyah said...

hmmm ada nama yang bagus nih bang
kalo buat laki - laki : syaifullah muhammad Abdi nagara artinya pedang Allah yang terpuji, pembela negara

kalo buat wanita : Ghina sukma paramitha artinya kekayaan jiwa yang anggun

bagus khaann??

dzaia-bs said...

kalo doa orangtuamu kira2 opo yo tri?
kenapa namamu Trian Hendro Asmoro?

pyuriko said...

Jadi pingin tahu apa arti namaku.... :D

AKu suka nama Halwa Lutfiah, tapi kurang tahu artinya apa :D

pyuriko said...

Halwa = yang menarik, yang manis, yang bersih

Lutfiah = lemah lembut, kehalusan.

Bukan Luthfiah, tapi Lutfiah....
Kelebihan huruf H tuh... ganti donk, nanti artinya berbeda lg deh...

beni suryadi said...

balapan nie...
hahahahhaha

monggo mas =D

fitra said...

kl nama arab sy sukanya zahra.tapi entah knp kl milih huruf pertama dari nama pasti sy milih F,yah keren aja misalnya fitra, fadel muhammad ato faiz hehehhe(dua2nya idola sy sih).
oh iy kl org2 dulu kyknya suka bkn nama anak tuh gabungan dari nama ibu dan bapak...seperti nama saya sani --> itu sebenarnya gabungan..

BGR said...

Katanya namaku gak ada artinya secara bahasa,, tapi itu singkatan.
Dasar orang sunda.. bisa saja..!!
hehe..

*tentang usulan nama,ehm,,saya cari dulu

Iman Brotoseno said...

pemilihan nama memang menjadi pelik karena ada kecenderungan generasi jaman sekarang memberi nama anak yang rasanya nggak membumi. Orang orang tua kita memberi nama simpel aja, Budi, Dewi, Suminta, Amir, Poltak, Togar, Johny, Dadang, Cecep..Tapi nggak salah juga kalau nama nama anak anak kita jadi Salwaa, Malique, Galih, Gibran, Natasya, dsb itu memang jadi kemajuan jaman dan budaya..bahkan office bou saya di kantor , memberi nama anaknya Rooney ( striker MU )..
Sementara saya tanya orang tua saya, asal usul nama saya,simpel jawabnya,.Iman ( karena dokter yang membantu melahirkan ibu saya namanya Iman ) Brotoseno ( karena saya lahir masih dibungkus plasenta, sementara dalam budaya Jawa, Brotoseno atau Bima waktu lahir juga dibungkus kulit telur )..jadi pemilihan nama memang hak prerogative orang tua, sebagus atau seaneh apapun..
Jadi Pede aja memberi nama buah hatinya kelak..he he

Syiddat said...

Pokoknya yang baguslah..yang sesuai dengan harapan orang tua, karena nama adalah suatu do'a.

sundanese said...

artikel baguzzz

Rachma said...

tolong kasih tahu donk arti nama NATASYA

Mitha said...

duh bangga dunk w punya nama paramitha thanx yach mom and dad (sok british) kasih nma yg bagus bgt heheh ....