Saturday, February 02, 2008

Semua generalisasi adalah salah

Generalisasi secara sederhana adalah menempatkan semua masalah setipe pada opini yang sama. Generalisasi merupakan pengungkapan opini terhadap masalah secara pragmatis, tidak mau menelaah bahwa setiap masalah belum tentu mempunyai kondisi sama alias mungkin berbeda.

Untuk sebuah opini pribadi, generalisasi sah-sah saja dan menjadi pandangan orang tersebut terhadap masalah. Namun untuk opini publik, atau opini pribadi yang dipaksakan ke publik, generalisasi menurut saya sangatlah tidak tepat.

Contoh yang simpel dan sedang marak-maraknya terjadi, meng-generalisasi bahwa selama pemerintahan Soeharto buruk. Atau malah sebaliknya semuanya baik sehingga tidak ada yang perlu diungkit-ungkit sisi buruknya lagi, apalagi Bapak tersebut sudah seda. Opini yang semacam ini adalah generalisasi, dan ini menurut saya bahaya. Opini tersebut tidak fair, dan justru menunjukan betapa tidak dewasanya penyuara opini tersebut.

Opini yang lebih fair dan mendewasakan bila melihat segalanya dari dua sisi, antara kebaikan dan keburukannya. Kita akui semua jasa-jasanya selama membangun indonesia (dan mungkin bisa dianugerahkan pahlawan?), dan di sisi yang lain memproses kasus-kasus yang melibatkannya dilanjutkan penyelidikan kepada pihak-pihak yang hidup ada saat ini.

Tampaknya bangsa ini sudah terlalu ingin menyederhanakan segalanya menjadi mudah, berpikir biner alias 1-0. Artinya kalau tidak 1, ya 0. Kalau tidak baik, ya buruk. Kalau tidak pahlawan, ya penjahat. Bukankah semua persoalan hidup ini tak bisa semata dilihat dari sudut 1-0?

Begitu pula dengan Soekarno, yang banyak dirindukan semangatnya untuk memajukan bangsa. Soekarno memang pemimpin luar biasa, sederhana dan visioner. Tapi jangan lupa, Soekarno pula yang mendefinisikan dirinya sebagai ‘aktor demokrasi terpimpin’.

Bagaimana itu bila itu berupa opini pribadi? Satu hal, itu sekali lagi sah-sah saja. Dan hanya akan menjadi penilaian lingkungan terhadap orang tersebut. Kembali masalah kedewasaan. Namun saat itu dipaksakan kepada orang lain, itulah yang menjadi kurang bijak.

Misalnya seperti ini, seorang teman sangat keukeuh untuk tidak menikah (atau ‘berhubungan’) dengan perempuan berjilbab. Alasanya, karena perempuan yang memakai jilbab belum tentu baik hatinya. Saya pun balik bertanya, apa semua orang yang tidak memaikai jilbab baik hatinya? Baik-tidak baik memang tidak ditentukan oleh jilbab semata, namun jilbab bagi seorang muslimah (yang menyakininya dengan benar) merupakan bentuk pelaksanaan syariat agama.

Generalisasi yang tidak boleh dilakukan adalah yang menyangkut dengan kepercayaan (faith) dan hukum alam (law of nature). Bahwa Risalah Tuhan itu benar, tidak perlu dibantah. Bahwa air akan mendidih di suhu 100 derajat celcius, tidak perlu dicoba untuk disentuh.

Sedangkan yang berhubungan dengan interaksi antar manusia, semua generalisasi adalah salah. Bukankah demikian?

*
weekend@bandung

My 1st Paper in Oil Area

Analysis of Drilling Time and Cost per Foot at Kaji Field

Drilling is the most critical and expensive activity in oil gas industry. That is why a drilling operation must be well programmed in accordance with time, cost and drilling target. The main job of a drilling engineer is to design a drilling program, contains of target depth, drilling time, cost, casing, and cementing program. In drilling operation at a producing field or development wells, there is a relationship between cost and depth. And by mathematical model, it can be obtained the drilling and trip time formula using the sample data. The drilling time formula can be used as guidance in creating drilling program in Kaji Field is td=0.748(e0.00121D-1), and the trip time formula is tt=(0.003)D. In order to get an optimum cost-per-foot, a 517 bit 8½ in should be better operated for about 32 hours rotating hours. While the optimum rotating hours for 117 bit 12¼ in can not be obtained because the main goal of early drilling is to direct drill string in operating directional drilling and that drilling needs to be controlled in a certain Weight on Bit (WOB) even in soft formation to maintain Rate of Penetration (ROP).


Notes:
- Kaji Field is here
- Completely paper could be obtained by contacting me, please state your purpose and clear institution*

*except my buddies :)

Wednesday, January 30, 2008

Ibu-ibu zaman sekarang

Pagi ini sarapan di warung dekat kontrakan. sembari melahap dengan menahan rasa, karena badan yang kurang sehat. terdengar singkat dua ibu masuk ke warung untuk membeli makanan.

Awalnya wajar saja, mereka membeli beberapa lauk dan nasi. tapi kemudian salah satu ibu itu menyela,

"enakan beli gini bu ya, daripada masak sedikit dan cape," kata ibu pertama

"iya bu, saya juga suka beli daripada masak sendiri," timpal ibu kedua

Karena perhatian sudah diarahkan ke pembicaraan dua ibu tersebut, maka sebentar melihat bahwa salah satunya membayar lauk dan nasi yang dibelinya sejumlah 15 ribu. dalam hati kemudian berpikir, memang masuk akal kalau 'hanya' 15 ribu dibandingkan cape jika masak sendiri.

Tapi kemudian berpikir, jam sepagi ini (sekitar jam 8) dan ibu ini tidak dalam kondisi berangkat kerja (terlihatnya ibu rumah tangga biasa), apa yang dilakukan lagi kalau makanan beli terus tidak masak lagi??

Ok, untuk perempuan yang punya aktivitas fenomena 'membeli makanan' diatas sudah jamak dan hal yang wajar. tapi bagaimana dengan dua ibu rumah tangga ini, atau banyak ibu-ibu lain yang berpikiran sama seperti itu.

Jadi bagaimana menurut anda fenomena ini, dari kacamata laki-laki atau perempuan sendiri?

Wednesday, January 23, 2008

7 Habits of Highly Effective People

Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif merupakan suatu pendekatan yang utuh dan terpadu ke arah terwujudnya efektvitas pribadi dan antar pribadi. Kebiasaan adalah pola perilaku yang terdiri dari tiga unsur yang saling bertemu yaitu : pengetahuan, keinginan dan keterampilan. Kebiasaan kita peroleh dengan belajar, bukan kita warisi. Karenanya ini merupakan sifat alami kita yang kedua, bukan yang pertama. Bagaimanapun, yang kita miliki saat ini bukanlah kebiasaan kita. Kita bisa menciptakan atau melepaskan kebiasaan kita.

Kebiasaan 1 - JADILAH PROAKTIF

Kebiasaan - Visi Pribadi

Menjadi Proaktif mempunyai arti bahwa manusia bertanggungjawab terhadap hidupnya sendiri. Secara alami kita selalu bertindak dan bukan menjadi sasaran tindakan. Kata tanggungjawab kita artikan sebagai kemampuan untuk merespon, yaitu kemampuan untuk memilih respon anda. Orang yang sangat proaktif menngetahui tanggungjawab itu. Mereka tidak menyalahkkan keadaan dan kondisi yang mempengaruhi sikapnya. Mereka mengembangkan kemampuannya untuk memilih jawaban/respon, sehingga respon-responnya merupakan hasil dari nilai-nilainya, hasil perasaannya atau situasi.

Kebalikan dari proaktif adalah reaktif. Ciri orang reaktif selalu mengalihkan tanggungjawabnya. Bahasa orang reaktif melepaskan mereka dari tanggungjawabnya. "Itulah saya. Memang begitulah saya. Saya sudah ditakdirkan begini dan tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mengubahnya." Dia membuat saya sangat marah!" Saya tidak bertanggungjawab. Emosi saya dipengaruhi oleh sesuatu diluar kendali saya."

Kebiasaan 2 - MERUJUK PADA TUJUAN AKHIR
Kebiasaan - Kepemimpinan Pribadi

Merujuk pada tujuan akhir berarti memulai setiap hari dan setiap tugas dengan pemahaman yang jelas mengenai tujuan yang ingn dicapai. Dengan mengusahakan titik akhir tersebut tetap jelas dalam pikiran anda dapat memastikan bahwa apapun yang anda kerjakan pada hari tertentu tidak melanggar kriteria yang sudah anda definiskan sebagai yang paling penting, dan bahwa tiap hari dari kehidupan anda menunjang visi yang anda miliki tentang seluruh hidup anda dengan cara yang berarti.

Pernyataan Misi
Bagi saya, saya ingin mengembangkan diri, mengasih diri-sendiri, dan keleluasaan diri. Saya ingin menggunakan bakat penyembuhan saya untuk memelihara harapan dan mengekspresikan visi saya dengan berani baik dalam ucapan maupun tindakan.

Dalam keluarga saya, saya ingin membangun hubungan-hubungan yang sehat, saling mencintai di mana kami membiarkan diri masing-masing mewujudkan apa yang terbaik bagi kami.

Dalam pekerjaan, saya ingin membangun lingkungann belajar yang bebas-kesalahan, dan berkesinambungan yang mendorong keinginan untuk tumbuh dan membantu orang lain berkembang; rasa ingin tahu terhadap apa-apa yang tak dikenal; ketetapan hati untuk menghadapi secara langsung; dan keinginan untuk mengerti dan bekerja bersama orang lain guna menemukan dan memenuhi tujuan bersama.

Didunia, saya ingin menumbuhkan perkembangan semua bentuk kehidupan, secara harmonis dengan hukum-hukum alam itu sendiri.

Kebiasaan 3 - DAHULUKAN YANG UTAMA
Kebiasaan - Manajemen Pribadi

Apakah yang utama? Hal yang utama adalah hal-hal yang menurut anda pribadi paling berguna untuk dilaksanakan. Ia menuntun anda ke arah yang benar dan membantu anda mencapai tujuan yang ada di pernyataan misi pribadi anda.

Dahulukan yang utama menyatakan mengenai pengaturan waktu dan kejadian-kejadian yang berdasarkan pada prioritas pribadi yang ada pada Kebiasaan 2. Kebiasaan 2 adalah ciptaan pertama atau ciptaan mental, Kebiasaan 3 adalah ciptaan kedua atau fisik.

Kebiasaan 4 - BERPIKIR MENANG MENANG
Kebiasan - Kepemimpinan Antar Pribadi

Dalam hubungan antar pribadi ataupun dalam pekerjaan, efektivitas seringkali baru bisa tercapai jika ada usaha bersama dari dua orang atau lebih. Perkawinan dan hubungan kemitraan lainnya adalah suatu contoh kesalingketergantungan, tetapi seringkali orang berhubungan berdasarkan mental kemandirian, sepert berusaha bermain golf dengan menggunakan raket tenis-alat yang digunakan tidak cocok dengan olahraga yang dilakukan.

Kebiasaan 5 : BERUSAHA MENGERTI TERLEBIH DAHULU, BARU DIMENGERTI
Kebiasaan - Komunikasi

Komunikasi adalah keterampilan yang paling penting di dalam hidup. Kita mennghabiskan sebagian besar jam bangun kita untuk berkomunikasi. Tetapi coba pikirkan hal ini : Anda sudahh menghabiskan waktu bertahun-tahun unttuk belajar membaca dan menulis, bertahun-tahun untuk belajar bagaimana berbicara. Tapi bagaimana dengan mendengarkan? Pelatihan untuk pendidikan apa yang telah anda jalani untuk memungkinkan anda mendengarkan, sehingga anda benar-benar mengerti orang lain secara mendalam arti kerangka acuan individu itu sendiri?

Berusahalah mengerti terlebih dahulu atau mendiagnosa sebelum anda membuatkan resep, adalah prinsip yang benar yang dimanifestasikan di banyak bidang kehidupan. Sorang dokter yang bijaksana akan memeriksa pasiennya terlebih dahulu sebelum dia memberikan resep. Seorang insinyur yang ahli akan mengerti daya, tekanan yang bekerja , sebelum merancang sebuah jembatan. Salesman yang efektif akan mencoba mengerti terlebih dahulu pandangan orang lain sebelum dia dimengerti. Sebelum seseorang merasa lebih telah diperiksa dengan baik, dia tidak akan mau menerima resep tersebut.

Kebiasaan 6 : WUJUDKAN SINERGI
Kebiasaan - Kerjasama Kreatif

Prinsip dari sinergi ini adalah kebenaran dalam hubungan sosial kita. Dua orang, bekerja sama secara kreatif, akan mampu memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada jika dilakukan oleh mereka sendiri. Sinergi mengajak kita untuk bersama-sama menemukan hal-hal yang kecil kemungkinannya kita temukan sendiri-sendiri. Ia akan timbul ketika pikiran kita saling mendorong satu sama lain dan ide-ide akan bermunculan. Saya mengucapkan sesuatu yang merangsang pikiran anda; anda merespon dengan ide yng mendorong saya. Saya membagi ide baru tersebut bersama anda, dann proses berulang terus bahkan terbentuk sendiri.

Kebiasaan 7 - ASAHLAH GERGAJI
Kebiasaan - Pembaharuan Diri

Mengasah gergaji berarti memelihara dan meningkatkan aset terbesar yang anda miliki, yaitu diri anda. Kebiasaan ini memperbaharui keempat dimensi alamiah anda: fisik, spiritual, mental dan sosial/emosional. Tanpa disiplin, tubuh kita menjadi lemah, pola pikir mekanik, emosi kita menjadi buruk (kasar), jiwa kita menjadi tidak sensitif, dan orang menjadi egois.


*training 7 habits, 24-26 February 2008 @ Puncak

Tuesday, January 15, 2008

kehilangan account multiply

Kesal dan marah, tapi tak tahu harus dilimpahkan ke siapa. Begitulah setelah cukup lama mempunyai account Multiply (MP) untuk menyimpan beberapa koleksi dan pastinya syarat komen ke MP, tiba-tiba saja account tersebut hilang. Iya, hilang. Benar-benar tidak ada.

Selidik punya selidik, akhirnya saya menebak inilah yang menjadi penyebabnya (dikirimkan personal message ke MP saya, terforward ke mail).

Nov 21, '07 4:50 PM
for users the3an and robinnpv374

hi.. how's
it going!

So, i guess it's time for me to start using this account.
I can hold back no longer! I wandered into your profile and well, I liked what I
saw.. ;p

So um, my name is Robin Clark. I think you and I should be
friends, because you seem pretty nice, and maybe even cute! (it's so hard to
tell in this digital world :)

anyways, i'd go on all day, but I'd
like to get a response from you.. You should check out my other page on this
other site, I'm always on over there:
http://www.friendzonly.com/?id=2531&mypics (my username is sportee_kitten).
Then maybe we could chat sometime! you know what they say.. appearance catches
the eyes, but personality wins over the heart.. haha..

talk to you
soon,

Robin Clark

Tepat sehari sesudahnya, saya ingat masih bisa memakai account. Namun berikutnya, account saya sudah ‘jadi miliknya’, dan namanya sudah tidak bisa dibuat lagi (not unique ID). Padahal namanya sudah sesuai dengan tag ID yang selalu saya pakai (sudah menjadi semacam ‘icon name’ :p), dan sekarang sulit mencari kombinasi sesuai tag tersebut.

Ingin rasanya misuh-misuh (astagfirullah..) pada itu orang namanya Robin Clark. Heran, entah password saya yang bisa dijebol (terlalu mudah), MP-nya yang kurang secure atau si robin-nya yang memang jago. Pokoknya, kurang ajar si robin itu. Huh.., kesel!!!