Thursday, December 21, 2006

menjadi kakak

Jakarta
"Mas lagi bete nih..masa dia bilang bahwa dia mau pindah kerja.kata dia,buat apa di jakarta kalau ga ada yang perhatian.katanya ndi terlalu nuntut,bingung nih…"

Sejenak aku menenangkan diri di tengah kerja, mulai lah mengetik sms.

"ndi juga harus paham.kan pindah kerja itu tugas.ga boleh gitu.laki-laki itu cenderung menguasai, ga ingin dituntut. emang udah yakin jodohnya?”

Seorang adik sepupu, mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Jakarta. Terpaut 2 tahun di bawahku. Anak sulung-adiknya kuliah tahun ini, tidak berjilbab, berkacamata, relatif manja dan manis. Cukup dekat, sering curhat atau minta saran tentang keluarga, kuliah, freelance, keuangan dan pastinya ‘teman dekatnya’.

Terakhir kali ketemu langsung, sebelum mengantarnya di stasiun bandung 1 bulan lalu,

“..Manfaatkan mumpung masih muda, masa mau nikah cepet sih… masih banyak yang harus dicapai. Makanya, jangan dekat-dekat, ga bosan apa ketemu tiap hari. Ntar kalo udah nikah, jadi ga ada manisnya lho..”

Sambil mengusap kepalanya. dan dia pun tersenyum nyengir.

Surakarta
“Jadi apa perlu cesar bu bidan? Bagimana dengan baby blues?hehe. Apa kabar nih bu bidan? Lagi praktek ya. Awas, jangan ‘main2’ ama cow ya. Jadi bu bidan dulu!… “

Lama menunggu, hampir 2 jam.. tiba-tiba :

“Maaf, baru bales. Habis ngantar pasien SC emergency, lari2 gitu, kaya di TV, he2x. skrg aq lg praktek di RS. Baby blues: tingkatkan PeDe si ibu, terutama dalam m’rawat bayi dan menyusui. Dukungan moril keluarga,Bantu ibu dalam m’rawat bayi. {padahal tanyanya ga serius, malah dijawab serius..}. B’arti kalo kaya Aa’, udah boleh ‘mcm2’ ama cew ya? Hayo..knalin dunk!..”

Seorang adik sepupu yang lain, sepantaran dengan Jakarta. Berjilbab, lulusan pondok pesantren putri, kuliah AkBid (Akademi Kebidanan), anak sulung-adiknya perempuan semua dan relatif dewasa. Baru akhir-akhir ini dekat. Merasa bersalah, kemana aja aku selama ini.

Jogjakarta
“ana (saya-arab) ga mau hanya jadi sekedar ibu rumah tangga. Masa smu pilihan, kuliah ngerjain tugas sampai malam-malam, susah-susah,..terus lulus dan selanjutnya nikah hanya jadi ibu rumah tangga ..masih banyak mimpi, mau jadi dosen, aktivis muslimah, professional dll..”

Selisih 1.5 tahun di bawahku. Pinter, keras tapi lembut (kadang2) dan semangat sehingga sering terburu-buru. Bukan sulung, tapi egaliter. Lumayan dekat akhir-akhir ini, walaupun tak pernah mengakuinya. Maka jawaban untuk yang diatas :

“itu semua bagus. Kamu bermimpi mengajar di depan kelas, mengadvokasi muslimah, atau professional andalan di bidangmu. Gut! Tapi, kamu harus tetap sadar untuk menjadi ibu RT juga, siap melakukan pekerjaan2 domestik..."

Makasar
“wie geh’t heute? Lagi ngapain kak? Aku baru aja pulang les. Besok aku ujian.”
Atau:
“kakak lagi d madiun atau bandung? Kalau ke makasar, mampir ya… ntar kalau ke jawa, anti kasih tau kakak..”

Biasa memanggilnya anti, bukan semata karena namanya yang mirip, tapi juga artinya kamu-perempuan(arab). Belum pernah ketemu. (Katanya) Anak bungsu-dua kakak laki-lakinya lulusan Australia dan yang satu masih di Unhas. Smu kelas 2, berjilbab, suka ikut pengajian dan bilang kalo dia manis.

“kakak abis pulang kerja, anti. Besok ujian, met belajar ya. Jangan lupa berdo’a dan tilawah…”

-----
Senang melihat mereka tumbuh dewasa...

You all are not alone..
I’m here for you,
Though you’re far away,
I’m here just stay..

5 comments:

yang sedang mencari sesuatu yang konstan said...

lagi nge-list "kandidat" ya?
nambah satu ya? kok jadi empat si?
ingat...ingat... jantung memang punya 4 ruang, tapi 1 orang sudah cukup "menyesakkan" semuanya... :)

Trian H.A said...

ye.. ga sopan!

bukan kalee, mereka kuanggap adik.
so, can not be!
*sindrom anak bungsu :D

satu saja,... :)

scttrBrain said...

Ehehe..

yowis yowis...masak direnteng2 gitu...mau diobral apa justru diborong?

jadi yang mana ni?

ihihi

fathy said...

mm..mm..mm...
*gajadicommentdeh..*

Anonymous said...

hati2 ya trian..
wanita itu hatinya serapuh kaca...
wanita itu perasaannya selembut sutera ^_^


@uni