Wednesday, December 21, 2005

akhirnya, tiba pada suatu ketika...

akhirnya tiba pada suatu ketika...

setelah melalui kebersamaan selama hampir 2 tahun, hari ini adalah hari-hari terakhir kami bersama dalam sebuah program yang mengesankan. jika dibandingkan dengan keadaan 11 bulan yang lalu, ketika pertama kali kami bertemu dan berkenalan (karena tak semua dari kakmi saling mengenal), hari ini ada perubahan besar pada diri-diri kami. mungkin tidak kasat mata, tapi perubahan itu yang menjadikan kami berani memandang jauh ke depan, di tengah wajah suram negeri ini.

akhirnya tiba pada suatu ketika..

bahwa sesaungguhnya bukan materi atau aktivitas yang membentuk kami. kami sangat bersyukur ketika kami disatukan dalam sebuah komunitas dan ikut dalam barisan proyek peradaban ini. kami dijadikan satu kesadaran dalam kebersamaan yang ringan, bahwa kita adalah kita, manusia dalam masa kedewasaannya, tapi kita adalah penerus dalam membangun bangsa ini. lingkungan terbaik yang pernah kami rasakan, kebersamaan dalam bingkai tujuan mulia.

dan akhirnya tiba pada suatu ketika...

kami tak sanggup untuk menghalanginya lagi. sedikit demi sedikit kami menuju ke tiap peraduannya. kami tak kuasa menahan, satu, dua, tiga dari kami mulai berangkat dalam medan perjuangan kehidupan nyata. apa artinya ini? bahwa saat ini, saat-saat terakhir kami bersama sejatinya adalah saat memulai proyek peradaban itu.kami harus berani, karena kami telah berani pula hidup ketika kelahiran kami, dan harus menerima tanggung jawab ini.

wahai sahabat-sahabat ku, akhirnya kita tiba pada suatu ketika...

saat do'a kita dipanjatkan, niat ditambatkan da perjuangan dibentangkan. sebentar lagi kita akan memulai hidup baru, saat kita berhamburan dalam gulungan waktu kehidupan, tanpa hal-hal khusus lagi yang membekali kita. dan inilah perjuangan sejati, perjuangan sekelompok manusia baru yang telah lahir dari rahim-rahim umatnya, mencita-citakan kemajuan bangsa di dalam warna syari'atNYA. kita, manusia yang juga tak lupa memanjatkan sehingga makin banyak barisan pengusung tugas mulia ini. hingga Terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, Serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta.

terakhir, kita begitu berbeda sahabat.., kecuali dalam cita-cita ini.

2 comments:

Anonymous said...

SELAMAT BERJUANG!!
semoga bisa jadi future leader yg bermanfaat u/ kejayaan islam, tp sebelumnya u/ futuh itb dulu :)
ALLAHU AKBAR!!

-rpr-

darah nadi said...

akhirnya, tiba pada satu ketika...
bahwa sesungguhnya rangkaian waktu itu terlalu menyakitkan untuk sekadar menjadi kenangan. Semoga bandul detiknya selalu menjadi cermin kekuatan satu persahabatan!

akhirnya, tiba pada satu ketika...
bahwa cinta akan terasa menyakitkan saat ada kehilangan. Semoga tak ada yang lenyap dari simpul persaudaraan ini!

akhirnya, tiba pada satu ketika...
bahwa sebuah visi akan kehilangan penopangnya saat ia hanya dibicarakan dan dikumandangkan. Semoga kita masih bisa mengalirkan keringat di bawah visi itu...

akhirnya, tiba pada satu ketika...
bahwa aku dan kau tidak lagi bersama saat arah kita berbeda. Adakah masing-masing kita memutar roda nakhoda?