Monday, October 12, 2020

Grafik Indeks Saham (JKSE-IDX), Harga Minyak (CF) dan Emas (GF)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG): Jakarta Stock Exchange (JKSE) - Indonesia Stock Exchange (IDX), indeks perdagangan saham dalam Rupiah (IDR)

Harga Minyak (Oil Price): Crude Oil Nov 20 (CL=F), dalam USD/barrel (1 barrel = 159 Liter)

Harga Emas (Gold Price): Gold Dec 20 (GC=F), dalam USD/oz (1 oz = 28.35 gram)

Ref: Yahoo Finance, Start 7 June 2015 - 9 October 2020

---

Bagaimana kesan anda setelah melihat grafik diatas? Dalam kurang lebih 5 tahun terakhir, nilai emas lebih kuat dibandingkan IHSG ataupun harga minyak.   

Yang paling parah adalah harga minyak, di tengah kondisi over supply harga akan cenderung tertekan dalam beberapa tahun mendatang. Ditambah sentimen dan kebijakan terkait renewable energy yang terus meningkat. Hal ini berdampak langsung dengan harga-harga saham perusahaan hulu migas karena turun nya kinerja secara signifikan di 2020 ini sebagai dampak penurunan demand akibat pandemi Covid-19. 

IHSG sendiri cenderung 'sama' dari 5 tahun sebelumnya. Memang akan selalu ada saham yang outperformed dengan kenaikan harga saham diatas IHSG. Namun juga ada saham-saham yang underperformed, dengan penurunan harga saham dibawah IHSG. Kalau anda membeli Reksadana Saham atau Reksadana Indeks, kemungkinan tidak akan kemana-manaa nilai reksadana anda selama 5 tahun terakhir. Atau kemungkinan malah turun dana di reksadana anda karena adanya biaya manajer investasi. 

Lalu harga emas, dari grafik 5 tahun, atau kalau ditarik 10 tahun tetap emas akan selalu konsisten naik (naik = kondisi akhir periode dibanding kondisi awalnya). Jadi apa sebaiknya memindahkan semua investasi aset ke emas? 

- to be continued -

No comments: