Thursday, April 18, 2013

Certified Cost Engineer (CCE)

Sudah bagian dari rencana ketika dipindahkan ke Jakarta sejak awal 2011 untuk mengambil salah satu sertifikasi bidang Project Management (PM). Setelah dinyatakan lulus dalam sidang MM, maka selanjutnya adalah melaksanakan rencana tersebut. Salah satu yang terkenal adalah PMP (Project Management Professional), namun dengan dalih ingin yang lebih spesifik dari bidang PM, maka saya mengambil CCE yang masih berhubungan dengan pekerjaan, minat dan pendidikan S2.

Untuk mengambil sertifikasi CCE dan sertifikasi PM yang lain, sangat disarankan untuk mengambil kelas persiapan yang banyak diadakan oleh penyelenggara training. Pilihan sudah dijatuhkan sejak 2011 lalu pada PT Mitratata dengan instruktur Dr. Paul D. Giammalvo.
 
Persiapan sertifikasi ini dimulai selama kelas 5 hari full dari pagi sampai jam 8 malam karena harus mengerjakan project charter untuk digunakan secara kelompok selama distance learning. Tahap berikutnya distance learning selama 6 bulan dengan target melaksanakan tugas-tugas sesuai project charter dengan laporan setiap minggu.
 
Selama distance learning ini, biasanya beberapa dari anggota awal tidak bisa mengikuti irama tugas sehingga dipecat dari kelompok. Jika dipecat dari kelompok, maka otomatis tidak bisa mengikuti sesi kelas 3 hari sebagai wrap-up sebelum melaksanakan ujian sertifikasi masing-masing. Walaupun dipecat selama distance learning, yang bersangkutan masih bisa mengikuti sendiri ujian tanpa bimbingan lanjut dari Dr Paul. Namun, anggota yang dipecat ini masih bisa mengikuti kelompok batch selanjutnya dan diberi kesempatan sampai 1 kali pengulangan.
 
Saya pribadi merasa tidak ada perbedaan pola hidup karena sudah terbiasa dengan pola studi selama pasca sarjana, hanya melanjutkan dan malah lebih santai karena tidak harus pulang sampai rumah jam 11 malam. Tugas-tugas dikerjakan setelah Jam 9 malam atau di akhir pekan. Tidak jarang juga beberapa tugas disambi dikerjakan di kantor.
 
Lalu, apa yang menarik dari CCE ini? Mengutip dari web AACE, syarat seseorang lulus CCE adalah;
 
1. Industry Experience; At least 8 full years of professional experience, of which up to 4 years may be substituted by a college/university degree.
 
2. Submit Applications and Fee; There are three steps in making a complete application for the CCC/CCE exam: Apply & Make Payment, Submit Supporting Documentation and Submit Technical Paper & Affidavit.

3. Pass the exam; To become a CCC/CCE, an overall passing score of 70% must be achieved in the multiple choice exam AND a 70% score for the technical paper, as determined by the Certification Board.

4. Designation; In accordance with our accreditation by The Council of Scientific and Engineering Boards (CESB), a CCC or CCE designation is awarded based upon a candidate’s education/experience. The most common designation is CCC, but guidelines state a CCE designation is awarded to those with a baccalaureate, or master, engineering degree, by an EAC/ABET accredited university. A candidate cannot select a designation; it is awarded based upon the CESB guidelines.
 
Cukup lumayan bukan? Yang pasti ada paper sebagai salah satu syarat kelulusan, dimana tidak banyak orang ternyata menyukai menulis paper, apalagi yang terkait dengan technical dan project management. Sebagai perbandingan, PMP tidak mensyaratkan paper sebagai kelulusan.
 
Dan pengalaman penulisan paper ini yang membuat banyak orang tidak jadi mengambil CCE/CCC, dan akhirnya mengambil sertifikasi yang lain dari AACE, misal EVP (Earned Value Professional), PSP (Planning & Scheduling Professional),atau CEP (Certified Estimating Professional).
 
Selama proses belajar sertifikasi CCE, saya membaca artikel yang menarik yang ditulis oleh Dr Paul tentang perbandingan sertifikasi profesional bidang PM, yang sudah update dari edisi sebelumnya. Berikut ini adalah gambar grafik antara Level of Effort dan sertifikasi.
 
 
Dari grafik diatas, ternyata sertifikasi dari AACE masih sedikit lebih tinggi dari PMP, tentu dalam hal level of effort sesuai dengan ketentuan 10,000 hours Malcolm Gladwell. Hal ini bukan berarti yang PMP tidak bisa mengerjalan soal CCE atau yang CCE sudah pasti bisa PMP, namun usaha yang dibutuhkan untuk lulus dari ujian CCE lebih tinggi dari PMP.
 
**

Alhamdulillah, saya sudah lulus ujian CCE tanggal 10 April 2013 minggu lalu dengan No. 4129, artinya sejak 1956 per 10 April 2013 lalu saya adalah CCE yang ke 4129 di seluruh dunia. Jika menggunakan hak credential, maka semua gelar akademis dan profesional ada di belakang nama saya dan semuanya harus ditulis karena tidak ada kesinambungan. Trian Hendro Asmoro, ST, MM, CCE. Dan sekarang saatnya mencari hal lain untuk mempertahankan pola hidup yang sudah berjalan lebih 2 tahun. Dan saya tidak ingin terjebak pada comfort zone seperti yang dinasehatkan oleh Mr Anies Baswedan, InsyaAllah... :)

2 comments:

Robertus Sutardi said...

Thank you for such an honest and informative post! This is the first time I've stumbled upon your blog, and I am so happy that I did.Online Travel Agencies

agus budianto ulil absyor said...

Selamat sore, salam sejahtera buat abang. terima kasih atas artikelnya, karena cukup memotivasi saya untuk terus di cost estimate. sebenarnya keinginan saya suatu saat nanti saya bisa menjadi seorang project control engineer, dan ingin mengambil sertifikasi primavera dan PMP. Namun saat ini saya bekerja disebuah konsultan asing sebagai cost estimate engineer baru berjalan 1 bulan. basic saya civil engineer. menurut abang perlukah saat ini saya mengambil certified CCE? saya ingin mengambil sertiifkasi tersebut. dan kalau boleh tau biaya yang harus dipersiapkan berapa ya bang? terima kasih sebelumnya bang.