Monday, December 10, 2007

Di balik jendela

Jika kau melintas disana
Kau akan melihat sosoknya
Antara ada dan tiada
Di balik secarik renda
Terbungkus tutup kepala

Seorang yang menatap
Di balik jendela gelap

Menoleh sejenak kesana
Sebelum surau terbuka

Ingin hati berkata
Jangan kau kirim asa
Seorang yang terlihat disana

Karena seorang pun tahu
Ada kisah jauh menunggu
Untuk sebuah rindu

Hingga itu
Di batas waktu

8 comments:

edratna said...

Siapakah dia Trian? Yang sedang menunggu dibalik renda...maksudnya vitrage ya (kain korden yang tipis)?

isnuansa said...

bikin puisi lagi?
jauhan bisa bikin rindu makin menggebu :)

Dika said...

Finally, new poet by Trian

Kata temen saya asyiknya buat puisi itu salah satunya adalah terkadang hanya kita sendiri yang tahu kisahnya. seperti puisi ini misalnya.

Siapa yang berada di balik secarik renda (vitrage) hingga menjadi inspirasi puisi ini? :p

Lalu, kisah siapakah yang menunggu untuk sebuah rindu, hingga itu di batas waktu?

nah,komen tuh isi puisinya, jangan komen dikomentarin lagi..peace..peace

Warastuti said...

:) Bagus

Ulya Raniarti said...

Provokatif, hebat...

amircool said...

emang puisi harus mellow dan menyek-menyek yah? tidak adakah puisi yang ceria?

__bagus puisinya, bikin penasaran__

randompacking.wordpress.com said...

jadi kalo boleh sedikit iseng dan dengan berusaha tidak mengambil kesimpulan apa ada kaitan/sequence-nya?misal dari bawah ke atas?

Beberapa postingan terakhir sampean judulnya:
-terbungkus tutup kepala, eh salah maksudnya:"di balik jendela"
-antara harapan dan ketakutan
-opportunity lost
-3 karakter perempuan jawa, masihkah ada?
-menanggalkan 'status mahasiswa'

humm....
[sedikit mengerutkan dahi dan menempelkan jempol dan telunjuk di dagu...maksudnya lagi mo mikir...tapi gak jadi aaah...]

Rachmawati said...

Jadi, masih 'it's complicated' nih? :)

Oya, as I have promised, dah Rachma kirim, japri.