Monday, September 15, 2008

Kiat Membiakkan Uang di Masa Sulit

Diantara dua buku yang sudah ditulis oleh Mas Nofie Iman, saya lebih tertarik dengan Kiat-kiat Membiakkan Uang di Masa Sulit. Apa yang saya harap adalah dalam buku kecil ini sudah cukup mencakup tentang beberapa bentuk investasi sekaligus, tidak hanya satu jenis yakni Reksadana seperti dalam buku pertamanya.

Dalam buku ini, dijelaskan dari awal tentang konsep-konsep dasar dalam investasi. Bahwa investasi bukan gambling atau judi, karena investasi adalah menaruh uang pada instrument dengan pertimbangan matang dengan harapan memberikan return memadai. Bahwa kemudian investasi menjadi ‘tercoreng’ karena dekat sekali dengan gambling (terutama di instrumen pasar uang dan saham), maka itu bukan investasi yang seperti didefinisikan dalam buku ini.

Dan setiap investasi selalu mempunyai resiko. Resiko ini yang sering tidak disadari oleh para calon investor dan bahkan investor yang malang melintang. Makin besar tinkat pengharapan return, makin tingggi pula resiko nya. High return, high risk. Low risk, low return. No risk, no return!

Bahasan investasi yang dicakup dalam buku ini meliputi investasi di pasar saham, yaitu transaksi saham dengan tujuan menjadi investor (atau pemilik) dari perusahaan, bukan untuk mengambil untung dari harga saham dalam periode pendek (jam atau harian). Karena orientasi menjadi pemilik, maka bersikaplah seolah-olah kita hendak memilki perusahaan tersebut. Mencermati kinerja dari laporan keuangan, bahkan jika perlu datang ke kantornya. Satu yang sangat praktis, dalam buku ini diberikan langkah dan contoh dalam menilai (valuasi) saham dan membaca kinerja perusahaan.

Kemudian ada pembahasan tentang investasi obligasi, reksadana, emas, properti, benda seni dan koleksi. Per bagian di bahas cukup detil dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti bagi pemula. Sekali lagi, tidak hanya ditunjukan tentang keuntungan di setiap jenis investasi diatas, namun juga kemungkinan-kemungkinan resiko yang harus dihadapi oleh investor. Sebuah ungkapan yang bagus, lebih baik kehilangan waktu untuk mempelajari investasi yang akan dilakukan daripada kehilangan uang karena salah dalam keputusan investasi.

Melihat jenis elemen investasi yang dibahas dalam buku ini, saya sendiri cukup tercerahkan karena beberapa akhirnya terbuka dengan buku ini. Namun, jenis investasi yang ‘ditawarkan’ buku ini berbasis pada ceruk pasar yang ‘sempit’ yaitu lebih dekat ke pasar finansial. Pasar yang spesifik dengan perangkat tertentu yaitu pasar saham, uang, bank, perdagangan emas, perantara atau broker. Mungkin karena background penulis sebagai seorang financial analist dengan pendidikan master ekonomi dari Inggris.

Padahal dalam dunia investasi yang lebih umum, ada ranah investasi yang juga sangat terbuka lebar yaitu sektor riil (usaha). Namun dengan sangat terbukanya sektor riil, akan lebih baik jika penulis tidak hanya membahas investasi finansial yang fokusnya memberikan return seoptimal mungkin untuk pribadi. Sedangkan investasi dalam dunia riil, ada roda ekonomi yang riil digerakan disana untuk masyarakat, public investment.

Mungkin penulis bermaksud fokus dalam private investment untuk para calon investor pemula. Memang ada area bank-bank umum disana, tapi sebagai khasanah bagi calon investor dan tujuan gerakan roda ekonomi tadi, pembahasan public investment juga dibutuhkan. Dan justru dengan background penulis yang kuat dalam ekonomi, saya berharap akan ada pembahasan tentang hal tersebut, entah di buku atau dalam blog nya.

6 comments:

Rachmat Badawi said...

investasi,.uang,.hal yang menarik ian. kalo mau invest di sector real boleh invest neng aku ae ian..he,.he

edratna said...

Trian, jadi investasimu udah berhasil? Udah bisa buat melamar gadis? Ditunggu undangannya

trian h.a said...

#Rachmat: lho..emang kamu mau bikin apotek sendiri Mat??

#Bu Enny: wah Bu, banyak jatuh bangun nya jadi banyak pelajaran dibanding return nya hehe.

mery indri said...

High return, high risk. Low risk, low return. No risk, no return!
==> semakin faham orang tentang risk management semakin gak berani bertindak lho pak Trian

mery indri said...

investasi di riel-sector adalah investasi yang sesuai dengan konsep nilai-nilai Islam.

mery indri said...

Semangat menulis ya !!!