Wednesday, October 04, 2006

tidur pagi hari

Tidur pagi menjauhi rezeki, itu orang jawa bilang. Dan dalam Islam, tidur pagi setelah shubuh sangat tidak dianjurkan. Pun tidak ada alasan pula dalam hal ini, baik di Ramadhan seperti sekarang atau bukan.

Itu pula yang dikatakan DR Hidayat NW dalam sebuah acara di Pusda’i Jawa Barat tempo hari (link). “Setelah salat Subuh, sindir Hidayat, umumnya sebagian Muslim tidur kembali, sehingga "kesiangan" ketika berangkat kerja,” begitu ungkap Mas Dayat.

Nah, sekarang ada pertanyaan lagi, bagaimana kalau tidur paginya itu sebagai istirahatnya? Mungkin saja dia bekerja sepanjang harinya, jam 8 sampai 17, kemudian dilanjutkan mengerjakan tugas lain sampai jam 23, baru kemudian istirahat dan jam 3 bangun lagi.

Bagi orang-orang yang super, tidur 4 jam (+ setiap hari!) mungkin cukup. Seperti dalam rubrik-rubrik, yang dibutuhkan kualitas tidur bukan kuantitas. Tapi haruskah dipaksakan?

Jika kemudian kurang tidur menjadikan seseorang lemas di tempat kerja, berarti tidur cukup penting. Waktu, tidak menjadi masalah mau malam atau setelah shubuh. Hal yang patut dipegang, tidak berlebihan serta tidak meninggalkan kewajiban dan keutamaan lainnya, seperti shubuh di masjid, lalu qiyamulail, atau tillawah.

Dalam hal kaidah prioritas, hal yang wajib lebih ditunaikan terhadap yang sunah. Wajib ketika kerja dan memenuhi semua tugasnya, wajib mencari nafkah, dan wajib menjaga kesehatan. Sedangkan tidur pagi, adalah tentang utama-tidak utama.

Pernah, menelepon seorang alumni-mantan kepala unit mahasiswa terpandang ITB- jam 5.30an. Dari lama telepon diangkat dan suaranya, sepertinya sedang tidur pagi juga. Pernah juga menlepon pagi seorang pengurus teras yayasan islam, pun sepertinya dalam kondisi sama. Keduanya tinggal di kota besar. Dan menurut teman, dunia kerja menjadikan ritme hidup mahasiswa (yang relatif ideal) berubah. Lebih realistis.

Maaf buat yang kurang setuju, bukan mutlak apologi alasan diatas. Secara pribadi, mengusahakan untuk tidak tidur pagi adalah lebih baik. Dan, kalau tidur pagi malah menjadikan semua terlaksana dengan baik, pun bukan sebuah tabu untuk dilakukan. Sederhana.

* bahkan dalam tidur, aku ingin terlihat indah...

5 comments:

Anonymous said...

bangun pagi dari sebagian orang merupakan hal yang berat karena di saat fajar biasanya yang pling susah mata untuk terbuka dan merupakan hal yang sangat nikmat untuk dirasa. saya setuju. masalah bangun pagi tergantung dari kondisi personal. untuk saya bangun pagi memang menyegarkan tapi kadang abis shalat shubuh, tidur lagi. tergantung mood seh. tapi untuk yang beraktivitas full time ya.... lebih baik tidur setelah subuh dan jangan lupa weker bangunnya jangan terlalu siang, soalnya bisa membuat kepala kita pusing. "riyan comment"

yang kangen taraweh bareng kalian said...

kalau ada yang "menemani" sih, kayaknya ga rela juga mau tidur setelah shubuh... *-* terlalu sayang untuk dilewatkan hanya untuk tidur... (jangan pikir yang aneh2 ya...!)

trian said...

buat riyan, tks atas komentnya. pengidap tidur abis shubuh juga neh..

ganda, kapan kapan kapan? :D

scttrBrain said...

ya, seperti apa kata 3an diatasnya, tergantung cukup/enggaknya waktu tidur malam harinya, klo gw. Biasanya, gw patokannya maks malem tidur 4-5 jam. jadi klo tidur sebelum jam 11, bangun jam 4an n gak tidur lagi. tapi klo baru bobo jam 3, ya apa daya, subuh trus tidur lagi..mpe jam 7. bis gimana? lagian dah ada teknologi alarm gitu lho..hehe...kek malem ini, gw tidur jam 10 mpe jam 2, trus bangun nyiapin sahur mpe skarang gak tidur lagii...*kleyeng2 juga...*tapi dah kgok melek. Asal aktipitas pinuh siangnya, jauh dari tempat tidur, insya allah gak bakal kerasa ngantukny.Eh, tapi 3an gak ngomong tentang tidur sore.bole kan? hahaha =p

Lucky said...

yah...trian bgt dah. apologi dgn argumen akrobatik...hehehe.

Lucky-yang-udah-mafhum